Santri AMRI & PERMAHI DPC Jakarta : Mengutuk Tindakan ISIS

20150412_014244[1]

Muhtar Said (jaket hitam) diapit oleh Andriansyah (kiri) dan Qoyum (kanan)

Dalil-dalil agama banyak digunakan untuk menghalalkan tindak kekerasan. Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), merupakan organisasi yang sering diperbincangkan saat ini, karena menggunakan cara-cara kekerasan, bahkan ISIS tidak segan untuk membunuh orang demi memuluskan tujuannya, mendirikan Negara Islam.

Menyikapi fenomena tersebut, Angkatan Muda Rifaiyah (AMRI) bekerjasama dengan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) DPC Jakarta, mengadakan kajian tentang fenomena gerakan ISIS.

“Kekerasan dengan mengatasnamakan agama, merupakan cara-cara yang tidak baik, karena pada dasarnya Agama mengajarkan kedamaian”, Ujar Qoyum, Ketua AMRI. Menggunakan dalil-dalil agama untuk melegitimasi tindakan kekerasan tidaklah patut diterapakan di zaman modern, karena zaman modern menyediakan banyak ruang untuk berjihad atau mengutarakan pendapat.

Andriansyah, Ketua PERMAHI, memberikan penjelasan, “orang tidak bisa dengan seenaknya melakukan tindak kekerasan, apalagi membunuh, karena manusia dilindungi oleh hukum. Pernyataan lebih keras dilontarkan oleh Muhtar Said, kader AMRI yang juga Direktur Eksekutif Pusat Studi Tokoh Pemikiran Hukum (PUSTOKUM).

“Saya mengutuk organisasi-organisasi yang suka melakukan tindak kekerasan, apalagi membunuh, bagi saya ISIS merupakan organisasi yang suka mendistorsi dalil-dalil agama. Citra Islam menjadi buruk karena gerakan ISIS”. dengan adanya gerakan ISIS yang sudah menjalar ke Indonesia, maka nama baik Indonesia juga mulai tercoreng. Muhtar Said menekankan lagi, “Islam itu melindungi semua makhluk yang ada di muka bumi, jadi tidak ada kata untuk kekerasan yang mengatasnamakan ajaran Islam”, Ujar pria yang juga berprofesi sebagai Dosen. 

Diskusi dilaksanakan di Taman Monas, Jakarta, (11/4/2015), setelah diskusi dilanjutkan dengan pernyataan sikap, menolak tindakan kekerasan dalam berdakwah dan mengajak organisasi-organisasi Islam lainnya untuk berdakwah secara humanis.(1478)     

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply